Pemerhati dan pembangun karakter positif anak

10362928_10202887289243097_6519773782067407508_n 10620817_10202887288483078_4816112195694826917_n 10641218_10202887287523054_3029504447314173832_n10256963_10202887289003091_5073394282757960210_n

OUTBOND Surakarta – Sekitar 100 anak usia kelas 5 SD sampai dengan 6 SD mengikuti kegiatan outbond yang di selenggarakan oleh LDII PC Laweyan Surakarta,  Minggu (28/9/2014). Kegiatan tersebut di hadiri oleh pengurus harian PAC LDII se Kecamatan Laweyan dan pengurus harian LDII .

Kegiatan Outbond tersebut bertujuan untuk membangun karakter anak sejak dini. Dalam kesempatan tersebut ketua PC LDII Kecamatan Laweyan H. Hari Sumarsono, S.Pd, M.Pd mengemukakan  “Dalam outbound ada tahapan – tahapan yang sering diabaikan oleh fasilitator Outbond. Outbond merupakan simukasi kebiasaan dan karakter sehingga sangat perlu dilakukan proses pengembangan psikologis. Anak dibentuk (forming). Kemudian diciptakan tantangan yang bisa membuat anak semangat, kesal, frustasi, kikuk (storming). Then, anak diarahkan pada tahapan saling respek, menerima, kompak, solutif (norming). Anak kemudian diminta menggali nilai positif yang bisa menjadi permanen sistem pribadinya, keluarga, berteman, masyarakat lingkuangan (transforing). “Yes kita bisa. We have done it. We make it. Horeeee…” ini tahapan performing, prestasi dan keberhasilan. Ini semua dalam OB disimulasikan melaui GAMES -Gain Achievement through Motivation Effort and Synergy..well done bro Generus.”(APD)

KONSOLIDASI PB PERSINAS ASAD JATENG & DIY

Surakarta – Sekitar 400 orang yang terdiri dari Pengurus Besar Persinas ASAD dan seluruh komponen pengurus dan atlet persinas se-Jateng dan DIY mengikuti acara Konsolidasi PB Persinas ASAD Jateng dan DIY di Komplek Masjid Baitul Makmur Surakarta, Sabtu – Minggu (20-21/9/2014)
Konsolidasi tersebut dihadiri oleh Sektum PB Persinas ASAD dan Setjen Pesilat Dunia, Ir. H. Teddy Suratmadji, MM, Ketua Pengprov Persinas Jateng yang diwakili oleh Sujak Ardi, ST.
Kegiatan konsolidasi tersebut bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada pengurus pengkab dan pengkot Persinas ASAD guna peningkatan keprofesionalitas pelatih, atlet dan wasit dari seluruh jajaran Persinas ASAD.
Dalam kesempatan tersebut Sektum PB Persinas ASAD, Ir. H. Teddy Suratmadji, MM mengharapkan agar para atlet Persinas ASAD bisa terus mendapatkan prestasi baik secara Nasional maupun Internasional.(APD/AWD/NYS)

1 2 3

Hikmah dari Kebiasaan yang Menjadi Budaya

makan-berdiri

Masih ingatkah dengan hadist yang diriwayatkan Imam Muslim, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ “Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan.” Kebiasaan ini kerap dilakukan umat manusia, bahkan telah mengakar budaya sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Nabi Muhammad SAW dalam hadis riwayat Muslim menegur umatnya yang memiliki kebiasaan minum sambil berdiri: عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا “Dari Nabi: beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata pada Anas,“bagaimana dengan makan(sambil berdiri)?” Anas menjawab itu lebih parah dan lebih jelek. (HR.Muslim). Para ulama menjelaskan, dikatakan makan dengan berdiri lebih jelek karena makan itu membutuhkan waktu yang lebih lama daripada minum.” Larangan ini diperkuat dengan penelitian di dunia kesehatan. Menurut dr. Andri Setiawan. Makan dan minum sambil duduk lebih menyehatkan daripada sambil berdiri. Pasalnya, dalam tubuh manusia terdapat jaringan penyaring atau filter yang disebut sfringer, yakni struktur maskuler (berotot) yang berfungsi membuka dan menutup. “Air yang diminum akan disalurkan pada pos-pos penyaringan di ginjal. Filter penyaring ini terbuka disaat kita duduk dan tertutup disaat berdiri,” ujar dokter yang praktik di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) itu dalam artikel yang dimuat dalam Yahoo Indonesia. Secara internal, tubuh manusia memiliki jaringan penyaring yang dapat membuka dan menutup, maka kebiasaan makan dan minum sambil berdiri sangatlah riskan dan bisa berakibat fatal untuk kesehatan ginjal. Dan ternyata, jika kebiasaan buruk ini sering terjadi dapat mengakibatkan pelakunya pingsan atau mati mendadak. Sejurus dengan apa yang dikatakan oleh dr. Andri Setiawan, dr. Ana Budi Rahayu, SpS, juga menjelaskan bahwa makan sambil berdiri akan menyebabkan terjadinya reflux asam lambung, asam lambung akan naik ke eksofagus dan membuat sel-sel kerongkongan teriritasi. “Karena itu cara mencegah reflux asam lambung adalah dengan makan sambil duduk,” ujar dokter Spesialis Saraf RS PKU Muhammadiyah Bantul itu seperti yang dirilis oleh Republika. Sungguh benar sabda Nabi Muhammad SAW, masihkah orang yang beriman akan meneruskan kebiasaan buruk itu? Dengan mengubah kebiasaan makan dan minum sambil berdiri, menjadi duduk selain dapat menyehatkan jasmani, juga pasti mendapatkan pahala dari Allah SWT karena telah menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW. (Lines/Latifah)

Sumber : http://www.google.co.id/search?gcx=c&sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=ldii#q=ldii+Hikmah+dari+Kebiasaan+yang+menjadi+Budaya

LDII ” Nyapu ” SOLO

Surakarta - Untuk memperingati hari jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-67, Pemkot Surakarta mengadakan acara Gerakan “SOLO MENYAPU” pada hari sabtu (8/6/2013) pagi. Acara tersebut dimulai pukul 07.00 sampai pukul 10.30 WIB. Lokas yang dijadikan obyek dari kegiatan tersebut adalah disekitar gladak, depan benteng Vastenburg. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari pegawai pemerintahan kota Solo termasuk Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo, karyawan setempat, masyarakat Solo khususnya yang berada pada obyek kegiatan, Organisasi Masyarakat yang salah satunya adalah dari Organisasi LDII. LDII turun dengan 25 personil dari SATGAS LDII dan beberapa personil yang merupakan pengurus / warga LDII setempat.

Ketua satgas LDII kota Surakarta menyatakan bahwa kegiatan “SOLO MENYAPU” adalah merupakan kegiatan yang sangat positif untuk perkembangan kota Solo khususnya dibidang kebersihan. Pengurus beserta Warga LDII akan selalu siap untuk membantu Pemerintah Kota Surakarta mewujudkan kota Solo menjadi kota yang bersih dan nyaman untuk para warga masyarakatnya.

Pada Kegiatan tersebut para personil dari LDII mendapat jatah untuk membersihkan wilayah sepanjang depan gedung Bank Indonesia dan wilayah sekitar Benteng Vastenburg.

Acara ini kedepannya akan diadakan secara rutin oleh pemerintah kota Solo setiap tanggal 8 juni seperti yang disampaikan oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dalam sambutannya, ” Alangkah baiknya pada pagi hari ini tanggal 8 juni ditetapkan sebagai hari “SOLO MENYAPU”, dan tidak perlu di ubah-ubah tanggalnya entah itu jatuh hari senin, minggu, sabtu dan lain sebagainya”.(NYS & AWF)